Ketua KODI DKI Jakarta : Tahun Ini Tahun Politik, Kita Semua (Pimpinan Ormas) Berharap Hajatan Negara Ini Berlangsung Secara Damai

Jakarta, Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) DKI Jakarta selenggarakan Sarasehan Lembaga Dakwah DKI Jakarta yang digelar di Hotel Acacia Jakarta Pusat dengan mengusung tema, “Peran Lembaga Dakwah dalam Mensukseskan Pemilu yang Aman dan Damai”, Selasa, 25 Juli 2023

Diketahui bersama bahwa FKLD adalah Lembaga yang berada di bawah naungan KODI DKI Jakarta, dengan beranggotan 48 Lebih Pimpinan Ormas DKI Jakarta

Dalam sambutannya Ketua KODI DKI Jakarta menyampaikan bahwa tahun ini adalah tahun politik dan tentunya kita semua (Pimpinan Ormas) berharap demokrasi yang menjadi hajatan negara ini berlangsung secara damai

“Yang istimewa tahun ini adalah tahun politik yang di mana februari 2024 akan ada pesta pemilu, bagi kita penonton mungkin lama tapi bagi peserta politik waktunya sedikit, dan Kita berharap demokrasi yang berjalan ini berlangsung dengan damai”, ungkap Kiyai Jamaluddin

Kita berpotensi menjadi Negara besar, tambahnya, karena bisa mengelola konflik dengan baik

“Tentu kita pahami bahwa aspirasi politik dari setiap ormas berbeda-beda kita tidak mungkin seragamkan yang terpenting adalah mengedukasi kepada masyarakat bahwa pemilu adalah perlombaan bukan tanding”, tutur Ketua KODI

Dan yang paling repot lanjutnya, adalah pemilu dipahami sebagai perang ini yang berbahaya,
“Dalam perang tidak boleh bicara kalah yang dibicarakan adalah menang, sehingga tidak ada moral semua cara dipakai untuk mencapai tujuan, maka Ketika peserta pemilu atau tokoh politik mempraktekkan ini maka generasi berikutnya akan hancur, maka fungsi kita melakukan edukasi”, tegas Kiyai yang juga mantan Komisioner KPU DKI ini

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa, Politik Identitas sebetulnya tidak berbahaya secara istilah karena semua orang pasti punya identitas, semakin banyaknya identitas maka semakin beragamnya kita sebagai Indonesia, namun, Jangan menistakan identitas dengan identitas yang berbeda
“Ketika Identitas di kapitalisasi untuk memecah belah maka politik identitas ini menjadi berbahaya”, terangnya

Bangsa ini akan melakukan hajatan politik (Pemilu), lanjutnya dan tugas kita sebagai keulamaan, tokoh agama panutan umat, adalah menjaga umat dalam koridor yang baik, jika ada masyarakat kita ekstrem maka kita ingatkan

“Mari kita jadikan masyarakat kita damai, isi media sosial kita dengan edukasi yang baik”, tutupnya.

Check Also

Ketua KODI, KH Jamaluddin F. Hasyim: Orientasi Pendidikan Islam dan Pendidikan Barat Jelas Berbeda!

KODI.OR.ID, JAKARTA-“Pesantren adalah lembaga pendidikan yang telah ada di Indonesia sejak ratusan tahun lalu sebelum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *