Ketua KODI: Haram Bagi Alumni PKM Kalau Tidak Mau Mengabdi di Masyarakat!

KODI.OR.ID. JAKARTA- Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan wisuda Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXVIII Tahun 2022, di Gedung Graha Mental Spiritual Lt. 8, Jl. Awaluddin II, Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa, 09/08/2022.

Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta, KH. Jamaluddin F. Hasyim, dalam sambutannya mengatakan bahwa selesai pendidikan PKM bukan berarti selesai semua tugas. Justru di mana ada kemampuan lebih dibanding orang lain, maka di situ terdapat tanggung jawab yang besar.

”Selesai Pendidikan PKM bukan berarti selesai semua tugas. Justru di mana ada kemampuan lebih dibanding orang lain, maka di situ terdapat tanggung jawab yang besar. Di mana ada kelebihan yang Allah berikan maka di situ bersamanya tanggung jawab terhadap pemberian Allah tersebut. Dalam hal ini Anda sudah mendapatkan skill, kemampuan berdakwah di mana materi dakwah yang diberikan itu mencakup konten (maadatud da`wah) metode (thariqatud da`wah) dan wawasan pengembangan keilmuan yang memadai”. Ungkap Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta yang akrab disapa dengan nama Kyai Jamal.

Selain itu, menurut Kyai Jamal, tentu saja tambahnya ilmu yang cukup banyak bahkan sudah memenuhi standar profesi karena melebihi 100 jam pelajaran dari semua total pembelajaran dan ambisi KODI bahwa sertifikat dai KODI itu akan disetarakan dengan standar profesi dan selama ini sudah setara dengan sertifikat dari MUI.  Dan  KODI mengusahakan agar sertifikat dai KODI bisa disesuaikan dengan BNSP sehingga dai lulusan KODI bisa diakui untuk berkhidmat di mana saja.

“Kita berharap, pertama, kapasitas PKM diperbesar sehingga per tahun yang tadinya 75 dinaikkan menjadi 100 orang.  Kemudian kami mengusulkan agar membuka pendidikan mubalig ini dibuka di tingkat kota atau yang kita sebut dengan PDM (Pendidkan Dasar Mubalig)”, terang Kyai Jamal.

Kedua, tambahnya, kita berharap dukungan dari KORPRI untuk mensinergikan dakwah di DKI Jakarta yang meliputi semua kegiatan keagamaan dakwah di masjid-masjid yang ada di Balai Kota, wali kota, masjid-masjid dinas, sudin-sudin, RSUD-RSUD, masjid instansi Pemprov DKI Jakarta, BUMD-BUMD Pemprov DKI Jakarta, agar semua kegiatan dakwahnya bisa dikoordinasikan dengan KODI sehingga KODI bisa mendistribusikan kader-kadernya  ke masjid-masjid tersebut dan  bisa berdakwah lebih maksimal lagi.

“Saya mengucapkan selamat atas diwisudanya PKM Angkatan XXVIII Tahun 2021. Maka saya menghimbau alumni PKM untuk kembali mengabdi di tengah-tengah masyarakat Jakarta dan saya katakan menjadi haram bagi alumni PKM kalau tidak mau mengabdikan dirinya bagi masyarakat!” Tutur Pengasuh Pesantren Al Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta ini.

Menurut Direktur PKM, KH Saiful Bahri bahwa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) ini berawal dari niatan untuk meningkatkan mutu mubalig supaya ada standar pengkaderan mubalig atau mutu mubalig oleh karenanya KODI merespon itu dengan menyelenggarakan pendidikan kader mubalig. Ada beberapa kompetensi yang ingin dinaikkan, lanjutnya atau ditingkatkan,

“Sejak digulirkan pertama kali sejak tahun 1993 sampai sekarang tahun 2022, KODI  telah meluluskan 1.345 alumni yang siap diluncurkan di tengah-tengah Ibu Kota Jakarta ini. Dan Wisuda PKM Angkatan XXVIII Tahun 2021 diikuti oleh 61 lulusan”, tutup KH Saiful Bahri.

Check Also

Kabiro Dikmental DKI Jakarta, Drs. H Gunas Mahdianto, M.Si: Lulusan PKM Harus Mampu Menjawab Tantangan Teknologi Informasi!

KODI.OR.ID, JAKARTA-  Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Provinsi DKI Jakarta, Drs. H Gunas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *